Senin, 08 Desember 2014

Tugas IBD 2 Manusia dan Keadilan

MANUSIA DAN KEADILAN

( Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Softskill Ilmu Budaya Dasar )
Disusun Oleh :
INTAN DESTRIANA DEWI
(15214362)
Kelas :
1 EA 30
JURUSAN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA
Kata Pengantar
         Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karna dengan karuniaNya lah pada akhirnya kami, selaku penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “ MANUSIA DAN KEADILAN”. Makalah ini di susun dan dibuat berdasarkan materi materi yang ada. Materi materi ini bertujuan agar dapat menambah pengetahuan dan wawasan mahasiswa dalam belajar ilmu budaya dasar.
       Makalah ini ditulis berdasarkan preferensi dari artikel yang berkaitan dengan ilmu budaya dasar. Tak lupa kami mengucapkan terimakasih kepada Bapak Sarwoko selaku dosen pengajar mata kuliah soft skill ilmu budaya dasar atas bimbingan dan pengarahannya dalam penulisan dan penyusunan makalah ini. Dan juga kepada rekan rekan mahasiswa yang telah membantu sehingga dapat meneyelesaikan makalah ini.
       Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari bentuk penyusunan maupun materinya, maka dari itu kritik dan saran dari pembaca tentunya akan mampu membawa penulis menuju perbaikan yg lebih baik.
         Akhir kata, semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita sekalian.


Manusia dan Keadilan


Keadilan
Keadilan adalah kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hal, baik menyangkut benda atau orang. Menurut sebagian besar teori, keadilan memiliki tingkat kepentingan yang besar. John Rawls, filsuf Amerika Serikat yang dianggap salah satu filsuf politik terkemuka abad ke-20, menyatakan bahwa “Keadilan adalah kelebihan (virtue) pertama dari institusi sosial, sebagaimana halnya kebenaran pada sistem pemikiran”. Tapi, menurut kebanyakan teori juga, keadilan belum lagi tercapai: “Kita tidak hidup di dunia yang adil”. Kebanyakan orang percaya bahwa ketidakadilan harus dilawan dan dihukum, dan banyak gerakan sosial dan politis di seluruh dunia yang berjuang menegakkan keadilan. Tapi, banyaknya jumlah dan variasi teori keadilan memberikan pemikiran bahwa tidak jelas apa yang dituntut dari keadilan dan realita ketidakadilan, karena definisi apakah keadilan itu sendiri tidak jelas. keadilan intinya adalah meletakkan segala sesuatunya pada tempatnya
Macam-macam keadilan


  • Keadilan Legal atau Keadilan Moral
Plato berpendapat bahwa keadilan dan hukum merupakan substansi rohani umum dan masyarakat yang membuat dan menjaga kesatuannya. Dalam suatu masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan yang menurut sifat dasamya paling cocok baginya (The man behind the gun). Pendapat Plato itu disebut keadilan moral, sedangkan, Sunoto menyebutnya keadilan legal.
Keadilan timbul karna penyatuan dan penyesuaian untuk memberi tempat yang
selaras kepada bagian-hagian yang membentuk suatu masyarakat. Keadilan terwujud
dalam masyarakat bilamana setiap anggota masyarakat melakukan fungsinya secara baik.
  • Keadilan Distributif
Aristoles berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama secara tidak sama (justice is done when equals are treated equally). Sebagai contoh, Ali bekerja 10 tahun dan Budi bekerja 5 tahun. Pada waktu diberikan hadiah harus dibedakan antara Ali dan Budi. yaitu perbedaan sesuai dengan lamanya bekerja. Andaikata Ali menerima Rp. 100.000.- maka Budi harus menerima. Rp 50.000. Akan tetapi bila besar hadiah Ali dan Budi sama justru hal tersebut tidak adil.
  • Keadilan Komutatif
Keadilan ini bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum. Bagi Aristoteles pengertian keadilan itu merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam rnasyarakat Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrim menjadikan ketidakadilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat.
Kejujuran


Kejujuran atau jujur artinya apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya

apa yang dikatakannya sesuai dengan kenyataan yang ada. Sedang kenyataan yang ada itu adalah kenyataan yang benar-benar ada. Jujur juga berarti seseorang bersih hatinya dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama dan hukum. Untuk itu dituntut satu kata dan perbuatan, yang berarti bahwa apa yang dikatakan haruis sama dengan perbuatannya. Karena itu jujur berarti juga menepati janji atau kesanggupan yang terlampir malalui kata-kata atau perbuatan.
Kejujuran bersangkut erat dengan masalah nurani. Menurut.Alamsyah dalam bukunya Budi Nurani. filsafat berfikir. yang disebut nurani adalah sebuah wadah yang ada dalam perasaan manusia. Wadah ini menyimpan suatu getaran kejujuran. ketulusan dalam meneropong kebenaran lokal maupun kebenaran Iliahi. (M.Alanisyah.1986:83). Nurani yang diperkembangkan dapat menjadi budi nurani yang merupakan wadah yang menyimpan keyakinan. Jadi getaran kejujuran ataupun ketulusan dapat ditingkatkan menjadi suatu keyakinan, dan atas diri keyakinannya maka seseorang diketahui kepribadiannya. Orang yang memiliki ketulusan tinggi akan memiliki keyakinan yang matang. sebabnya orang yang hatinya tidak bersih dan mau berpikir curang. memiliki keprihadian yang buruk dan rendah dan sering tidak yakin pada dirinya. Karena apa yang ada dalam nuraninya banyak dipengaruhi oleh pemikirannya yang kadang-kadang justru bertentangan.
Kecurangan


Kecurangan atau curang identik dengan ketidakjujuran atau tidak jujur, dan sama pula dengan licik, meskipun tidak serupa benar. Sudah tentu kecurangan sebagai lawan jujur.

Curang atau kecurangan artinya apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hati nuraninya. Atau, orang itu memang dari hatinya sudah berniat curang dengan maksud memperoleh keuntungan tanpa bertenaga dan usaha? Sudah tentu keuntungan itu diperoleh dengan tidak wajar. Yang dimaksud dengan keuntungan di sini adalah keuntungan, yang berupa materi. Mereka yang berbuat curang menganggap akan mendatangkan kesenangan atau keenakan, meskipun orang lain menderita karenanya.
Kecurangan menyebabkan manusia menjadi serakah. tamak, ingin menimbun kekayaan yang berlebihan dengan tujuan agar dianggap sebagai orang yang paling hebat, paling kaya dan senang bila masyarakat disekelilingnya hidup menderita. Orang seperti itu biasanya tidak senang bila ada yang melebihi kekayaannya. Padahal agama apapun tidak membenarkan orang mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya tanpa menghiraukan orang lain, lebih lagi mengumpulkan harta dengan jalan curang. Hal semacam itu dalam istilah agama tidak diridhoi Tuhan.

Nama baik


Nama baik merupakan tujuan utama orang hidup. Nama baik adalah nama yang tidak tercela. Setiap orang menjaga dengan hati-hati agar namanya tetap baik. Lebih-lebih jika Ia menjadi teladan bagi orang/tetangga disekitamya adalah suatu kebanggaan batin yang tak temilai harganya.
Ada peribahasa berbunyi “daripada berputih mata lebih baik berputih tulang” artinya orang lebih baik mati dari pada malu. Betapa besar nilai nama baik itu sehingga nyawa menjadi taruhannya. Setiap orang tua selalu berpesan kepada anak-anaknya “jagalah nama keluargamu!” Dengan menyebut “nama” berarti sudah mengandung arti “nama baik”. Ada pula pesan orang tua “jangan membuat malu” pesan itu juga berarti menjaga nama baik. Orang tua yang menghadapi anaknya yang sudah dewasa sering kali berpesan “laksanakan apa yang kamu anggap baik, dan jangan kau laksanakan apa yang kau anggap tidak baik!”. Dengan melaksanakan apa yang dianggap baik berarti pula menjaga nama baik dirinya sendiri, yang berarti menjaga nama baik keluarga.
Penjagaan nama baik erat hubungannya dengan tingkah laku atau perbuatan. Atau boleh dikatakan nama baik atau tidak baik itu adalah tingkah laku atau perbuatannya. Yang dimaksud dengan tingkah laku dan perbuatan itu, antara lain cara berbahasa, cara bergaul, sopan santun, disiplin pnbadi, cara menghadapi orang, perbuatan-perbuatan yang dihalalkan agama dan lain sebagainya.
Pemulihan Nama Baik


Pengertian rehabilitasi menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah  pemulihan kepada kedudukan atau keadaan yang dahulu atau semula. Pasal 9 UU No. 14 Tahun 1970 tentang Kekuasaan Kehakiman mengatakan bahwa seseorang yang ditangkap, ditahan, dituntut atau diadili tanpa alasan berdasarkan UU, atau karena kekeliruan mengenai orangnya atau hukum yang diterapkan berhak menuntut ganti kerugian dan rehabilitasi. Pengertian  rehabilitasi dalam UU No. 14 Tahun 1970 adalah  pemulihan hak seseorang dalam kemampuan atau posisi semula yang diberikan oleh pengadilan. Kemudian menurut Pasal 1 butir 22 KUHAP,  rehabilitasi adalah hak seseorang untuk mendapat pemulihan haknya dalam kemampuan, kedudukan dan harkat serta martabatnya yang diberikan pada tingkat penyidikan, penuntutan atau peradilan karena ditangkap, ditahan, dituntut atau diadili tanpa alas an berdasarkan UU atau karena kekeliruan mengenai orangnya atau hukum yang diterapkan menurut cara yang diatur dalam UU ini. Rehabilitasi mengikuti ganti kerugian. Artinya praperadilan dilakukan karena permohonan ganti kerugian, karena aparat salah melakukan penangkapan, atau tidak sesuai dengan hukum dan sebagainya dan setelah itu (setelah praperadilannya dikabulkan oleh hakim) maka yang bersangkutan bisa meminta rehabilitasi agar nama baiknya dipulihkan kembali. Pihak-pihak yang berhak mengajukan rehabilitasi itu adalah pihak yang diputus bebas atau lepas dari segala tuntutan hukum yang putusannya telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap. Misalnya seseorang diadili, kemudian diputuskan bebas atau lepas dari segala tuntutan hukum, maka dia itu berhak memperoleh rehabilitasi atas pemulihan nama baiknya.
Perbedaan antara rehabilitasi dengan pencemaran nama baik adalah bahwa rehabilitasi dilakukan karena perbuatan aparat penegak hukum. Artinya si pemohon rehabilitasi adalah tersangka, terdakwa, terpidana yang permohonan praperadilannya dikabulkan (ada campur tangan aparat) karena rehabilitasi itu adalah hak yang diberikan oleh KUHAP kepada tersangka atau terdakwa. Rehabilitasi lebih kepada hal yang tidak berhubungan dengan materi melainkan hanya menyangkut nama baik saja karena rehabilitasi adalah pemulihan hak seseorang hak atau kemampuan seseorang dalam posisi semula. Sementara pencemaran nama baik diatur dalam KUHP (mengenai pencemaran nama baik) adalah gugatan dari seseorang kepada orang lain yang dianggap telah mencemarkan nama baiknya. Jadi tidak ada campur tangan aparat dalam hal upaya paksa. Permintaan rehabilitasi bisa diajukan oleh tersangka, keluarga atau kuasanya. Jadi ahli waris juga bisa mengajukan rehabilitasi. Begitu juga halnya dengan ganti kerugian.

Pembalasan
Pembalasan ialah suatu reaksi atas perbuatan orang lain. Reaksi itu dapat berupa perbuatan yang serupa, perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa, tingkah laku yang seimbang.


Sebagai contoh:
Rangga memberikan makanan kepada teman sekolahnya Retno yang kebetulan sedang tidak membawa makanan dan uang saku. Dilain kesempatan ketika Rangga lupa membawa bekal makanan dan uang sakunya atau sedang dalam kesulitan, Retno memberikan makanan atau bantuan kepada Rangga. Perbuatan Retno kepada Rangga tersebut merupakan perbuatan serupa, dan ini merupakan pembalasan.

opini:
menurut saya pribadi kejujuran itu sendiri adalah suatu keadaan apa adanya dimana seseorang akan memiliki kesadaran penuh untuk mengetahui dan menanggung konsekuensi yang diakibatkan oleh perkataan maupun perbuatan yang akan dilakukannya. sedangkan kecurangan itu kebalikannya dari kejujuran, dimana seseorang yang memiliki kesadaran penuh yang dengan sengaja bertindak tidak pada kenyataannya meskipun akan membawa dampak buruk bagi dirinya sendiri maupun orang-orang disekelilingnya.
pada dasarnya kejujuran akan cenderung lebih banyak memberikan efek positif ketimbang negatifnya jika dibandingkan dengan kebohongan alias kecurangan. tetapi bagaiman dengan bohong demi kebaikan? sering kali kita mendengar seseorang yang mengatakan bahwa ia akan berbohong demi kebaikan karena hal itu akan membuat keadaan terasa lebih nyaman, padahal kebohongan yang ia lakukan hanya akan membawa dampak yang lebih buruk lagi baginya dan dia tahu akan hal itu. orang yang melakukan kebohongan yang demikian biasanya sadar betul bahwa hal tersebut akan membawa dampak negatif lebih besar daripada mengatakan kejujuran, hanya saja tipikal orang yang seperti menurut saya, tidak berpikir panjang akan konsekuensi yang disebabkan dan kurang bijaksana dalam menentukan pilihan. karena pada dasarnya kecenderungan seseorang untuk jujur maupun curang merupakan suatu pilihan yang bersumber dari hati nurani, moral dan akhlak seseorang.


sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Keadilan
buku paket elektronik (e-book) ILMU BUDAYA DASAR
http://www.jdih.bpk.go.id/informasihukum/PncemaranNama.pdf

Tugas IBD 1 Manusia dan Keindahan

MANUSIA DAN KEINDAHAN

( Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Softskill Ilmu Budaya Dasar )
Disusun Oleh :
INTAN DESTRIANA DEWI
(15214362)
Kelas :
1 EA 30
JURUSAN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA
Kata Pengantar
         Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karna dengan karuniaNya lah pada akhirnya kami, selaku penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “ MANUSIA DAN KEINDAHAN”. Makalah ini di susun dan dibuat berdasarkan materi materi yang ada. Materi materi ini bertujuan agar dapat menambah pengetahuan dan wawasan mahasiswa dalam belajar ilmu budaya dasar.
       Makalah ini ditulis berdasarkan preferensi dari artikel yang berkaitan dengan ilmu budaya dasar. Tak lupa kami mengucapkan terimakasih kepada Bapak Sarwoko selaku dosen pengajar mata kuliah soft skill ilmu budaya dasar atas bimbingan dan pengarahannya dalam penulisan dan penyusunan makalah ini. Dan juga kepada rekan rekan mahasiswa yang telah membantu sehingga dapat meneyelesaikan makalah ini.
       Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari bentuk penyusunan maupun materinya, maka dari itu kritik dan saran dari pembaca tentunya akan mampu membawa penulis menuju perbaikan yg lebih baik.
         Akhir kata, semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita sekalian.
Bekasi, November 2014
Penulis
                                   

                                         MANUSIA DAN KEINDAHAN

PENGERTIAN KEINDAHAN
Apa itu keindahan? Kata keindahan berasal dari kata indah yang berarti bagus, permai, cantik, molek dan sebagainya. Tentunya kita semua dan saya sendiri tahu  bahwa keindahan merupakan sesuatu, baik itu benda, pemandangan atau bahkan alunan musik yang enak dilihat, didengar dan memiliki nilai estetika yang tinggi. Kita sebagai manusia tentunya menyukai keindahan, contohnya keindahan akan lukisan yang dipajang di ruang tamu kita, karena lukisan tersebut indah maka kita memasangnya di ruang tamu karena lukisan tersebut indah, bagus, dan memiliki nilai estetika dan seni yang tinggi.
Menurut The Liang Gie dalam bukunya yang berjudul “Garis Besar Estetika”, menurut asal katanya, dalam bahasa Inggris, keindahan itu diterjemahkan dengan kata “beautiful” dalam bahasa Perancis “beau” dalam bahasa Italia dan Spanyol “bello” yang berasal dari bahasa latin “bellum”. Akar katanya adalah “bonum” yang berarti kebaikan, kemudian mempunyai bentuk pengecilan menjadi “bonellum” dan terakhir diperpendek menjadi “bellum”.
Selain itu, pengertian keindahan dapat dilihat dalam arti luas, estetik murni, dan terbatas.
  • Keindahan dalam arti luas, yaitu keindahan dalam ide kebaikan, watak yang indah, dan hukum yang indah. Keindahan sebagai sesuatu yang baik dan juga indah.
  • Keindahan dalam arti estetik murni, yaitu pengalaman estetik seseorang pada hubungannya dengan apa yang diserapnya.
  • Keindahan dalam arti terbatas, yaitu keindahan yang dapat diserap seseorang melalui panca indera.
Keindahan dalam arti luas merupakan pengertian semula bangsa Yunani pada jaman dahulu yang di dalamnya tercakup kebaikan. Bangsa Yunani juga mengenal pengertian keindahan dalam arti estetis yang disebutnya “symmetria” untuk keindahan berdasarkan penglihatan, misalnya pahatan sebuah patung atau lukisan. Kemudian “harmonia” untuk keindahan berdasarkan pendengaran (musik). Jadi, pengertian keindahan seluas-luasnya meliputi keindahan seni, alam, moral, dan intelektual.
Keindahan juga memiliki nilai-nilai, yaitu nilai intrinsik dan nilai ekstrinsik.
- Nilai intrinsik: sifat baik yang terkandung di dalamnya.
- Nilai ekstrinsik: suatu alat untuk membantu suatu hal.
Keindahan yang kita rasakan dalam hidup ini, dapat kita kita nikmati menurut selera seni dan selera biasa. Keindahan yang dinikmati menurut selera seni didukung oleh faktor kontemplasi dan ekstensi. Kontemplasi adalah dasar dari dalam diri manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah. Ekstansi adalah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasakan, dan menimati sesuatu yang indah. Penggabungan kontemplasi dan ekstensi dan dihubungkan di luar diri manusia maka akan terjadi penilaian bahwa sesuatu itu indah. Sesuatu yang indah akan menarik perhatian orang.
RENUNGAN
Renungan berasal dari kata dasar renung, yang berarti diam-diam memikirkan sesuatu atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Saya sendiri pastinya pernah merenung, merenungkan hal-hal yang telah terjadi selama hidup saya, memikirkan kembali segala sesuatu yang saya alami dalam hidup saya, kemudian memikirkan dalam-dalam segala sesuatu yang terjadi dalam hidup saya, baik buruknya, bermanfaat atau tidaknya dan sebagainya. Hasil dari saya merenung itu disebut sebagai renungan.
Ada beberapa teori dalam renungan, yaitu:
1. Teori Metafisik
Teori ini merupakan salah satu teori tertua yang berasal dari Plato, yang karya-karya tulisannya sebagian membahasa estetik filsafati, konsepsi keindahan, dan teori seni. Mengenai sumber seni, Plato mengemukakan teori peniruan. Hal ini sesuai dengan metafisika Plato yang mendalilkan adanya dunia ide pada taraf yang tertinggi sebagai realita ilahi. Dalam jaman modern ini, teori metafisik lainnya dikemukakan oleh filsuf Arthur Schopenhauer (1788-1860). Menurut beliau, seni adalah suatu bentuk dari pemahaman terhadap realita.
2. Teori Psikologis
Sebagian ahli estetik abad modern menelaah teori-teori seni dari sudut hubungan karya seni dan alam pikiran penciptanyna dengan menggunakan metode-metode psikologis. Misalnya, menurut teori psikoanalisi bahwa proses penciptaan seni adalah pemenuhan keinginana alam bawah sadar seseorang. Teori lain yang dapat dimasukkan ke dalam teori psikologis adalah teori penandaan yang memandang seni sebagai suatu tanda atau lambang manusia. Menurut teori penandaan, karya seni adalah iconic signs dari proses psikologis yang berlangsung dalam diri manusia, khususnya tanda-tanda dari perasaannya.
3.  Teori Pengungkapan
Dasar dari teori ini adalah bahwa “art is an expression of human feeling”. Teori ini berhubungan dengan yang  dialami seorang seniman yang akan menciptakan suatu karya seni. Tokoh teori ekspresi yang paling terkenal adalah seorang filsuf Italian bernama Benedeto Croce (1886-1952) dengan karyanya yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris yang berjudul “Aesthetic as  Science of Expression and General Linguistic.” Dalam buku tersebut, beliau menyatakan bahwa “art is expression of impressions (seni adalah pengungkapan dari kesan-kesan)
KESERASIAN
Kata serasi, mendengar kata tersebut pastinya yang terlintas di pikiran kita adalah cocok, pas, atau sesuai. Keserasian, berasal dari kata serasi, dimana serasi memiliki arti cocok atau sesuai benar. Kata cocok mengandung unsur perpaduan , pertentangan ukuran, dan seimbang. Segala sesuatu yang serasi pasti menghasilkan suatu keindahan, misalnya keserasian pakaian yang kita kenakan, maka akan terlihat indah dan enak untuk dilihat. Ada beberapa teori keserasian, diantaranya:
1. Teori Objektif
Teori ini berpendapat bahwa keindahan atau ciri-ciri yang menciptakan nilai estetika adalah sifat  yang memang melekat dalam bentuk indah yang bersangkutan, terlepas dari orang yang mengamatinya.Pendukung teori ini adalah Plato, dan Hegel.
2. Teori Perimbangan
Teori ini berpendapat bahwa keindahan dianggap sebagai kualitas dari benda-benda yang disusun. Hubungan dari bagian-bagian yang menciptakan keindahan dapat dinyatakan sebagai perimbangan atau perbandingan angka-angka. Pendukung teori ini adalah Pythagoras.
Kesimpulannya, menurut saya  segala sesuatu yang serasi pasti akan menghasilkan suatu keindahan yang enak untuk dilihat mata kita dan keserasian tersebut membuat kita merasa senang dan nyaman. Dalam hidup, kita juga harus memperhatikan keserasian dalam segala aspek baik dalam hal berpakaian, selera seni, atau bahkan dalam kehidupan bersama dengan sesama manusia.
3. Teori Subjektif
Teori ini berpendapat bahwa ciri-ciri yang menciptakan keindahan suatu benda itu tidak ada, yang ada hanya perasaan dalam diri sesorang yang mengamati suatu benda. Pendukung teori ini adalah Henry Home, Earlof Shaffesburry.

sumber : Buku IBD Universitas Gunadarma karangan Widyo Nugroho dan Achmad Muchji

Senin, 01 Desember 2014

Akuntansi Pengendalian Internal dan Prinsip Kas

PENGENDALIAN INTERNAL
Pengendalian Intern ( Internal Control )
Seiring dengan perkembangan skala usaha
dalam suatu perusahaan, pemilik perusahaan
tidak mungkin untuk bisa melakukan
pengawasan atas semua operasi perusahaan
secara langsung atau dengan kata lain
pemilik tidak mungkin bisa terlibat langsung
dalam operasi perusahaanya. Untuk itu pemilik
perusahaan perlu mendelegasikan
wewenangnya kepada pemimpin managemen
perusahaan dan managemen meneruskan
kembali kewewenangan tersebut dengan
menerapkan prosedur-prosedur pengendalian
intern.
Pengendalian Intern meliputi semua
perancangan dari suatu organisasi dan semua
metode serta prosedur yang diterapkan
managemen dalam rangka untuk :
1. Menjaga asset perusahaan dari
pencurian, pembobolan,
perampokan, manipulasi, korupsi
yang dilakukan (fraud) oleh
pihak-pihak tertentu, serta
penggunaan harta kekayaan
perusahaan yang tidak
diotorisasi.
2. Meningkatkan akurasi dan
kepercayaan dari catatan
akuntansi dengan cara
mengurangi resiko kesalahan
(error) dalam proses akuntansi
yang dilakukan.
Prinsip-Prinsip Pengendalian Intern
Meskipun banyak perusahaan yang
menetapkan prosedur pengendalian Intern
dengan bahasa aturan yang berbeda-beda
namun pada umumnya masing-masing
mengandung prinsip-prinsip pokok
pengendalian intern yang sama. Diantara
prinsip-prinsip pengendalian intern
tersebuat adalah :
1. Pembentukan pertanggung jawabkan
(establishment of responsibility)
2. Adanya pemisahan tugas secara
tegas (segregation of duties)
3. Prosedur dokumentasi harus dimiliki
perusahaan (documentation procedure)
4. Pengendalian secara fisik, mekanik,
dan elektronik (physical mechanical
and electronic controls)
5. Verifikasi internal yang independen
harus ada (independent internal
verification)
1
1.1 Pembentukan pertanggung jawaban
Manajemen harus menetapkan tanggung
jawab secara jelas.
Setiap orang memiliki tanggung jawab
untuk tugas yang di berikan kepadanya.
Pembentukan pertanggung jawaban
meliputi otorisasi dan persetujuan atas suatu
transaksi.
1.2 Pemisahan Tugas
Tanggung jawab atas pekerjaan dan
tugas harus diberikan kepada individu yang
bebeda, (misalnya pemisahan tugas antara
petugas yang mengurusi penyimpanan kas
dengan petugas yang mengurusi pencatatan
kas).
Tanggung jawab untuk memelihara
catatan harus terpisah degan tanggung
jawab untuk menjaga keadaan visi kekayaan
perusahaan.
1.3 Prosedur dukumentasi harus dimiliki
perusahaan
Dokumentasi yang baik diperlukan untuk
melindungi kekayaan perusahaan dan
menjamin bahwa semua karyawan
melaksanakan prosedur yang ditentukan.
Dokumentasi yang bisa di percaya akan
menjadi sumber informasi yang dapat
digunakan manajemen untuk memonitor
kegiatan operasi perusahaan.
Ada beberapa prinsip dalam prosedur
dokumentasi, yaitu :
Semua dokumen harus diberi namaterlebih
dahulu (prenumbered) yang bercetak, dan
semua dokumen harus
dipertanggungjawabkan.
Dokumen sebagai bukti pencataan
akuntansi disampaikan ke bagian akuntansi
untuk meyakinkan bahwa transaksi telah di
catat tepat waktu.
1.4 Pengendalian secara fisik, mekanis dan
elektonik
Sebaiknya perusahaan menetapkan
pengendalian secara elektronik disamping
cara mekanis dan fisik untuk menjaga
kekayaan. Sebagai contoh penerapan
pengendalian mekanis adalah penggunaan kas
register, cheque protector. Pengendalian
mekanisme menggunakan brankas (peti besi),
ruang khasanah (strong room) dan contoh
pengendalian elektronik adalah pemakaian
mesin aksensi elektronik sidik jari yang
terhubung dengan komputer, cctv (televisi
monitor), alarms elektronik, garmen sensors.
2
1.5 Verifikasi Intern Independen
Meskipun sistem pengendalian intern telah
dirancang dengan baik, kemungkinan
terjadinya penyimpangan suatu saat tetap
terjadi untuk itu diperlukan pengkajian ulang
secara teratur dan berkesinambungan agar
dapat dijalankan secara teratur, tertib dan
benar.
Pengendalian yang efektif dapat dicapai
untuk itu harus dilakukan :
Verifikasi secara periodik dan mendadak.
verifikasi oleh petugas yang independen.
Penyampaian saran kepada manajer untuk
tindakan koreksi.
Keterbatasan Pengendalian Intern :
Adanya kemungkinan timbulnya beban (cost)
untuk mendesain pengendalian intern yang
lebih besar dibandingkan manfaat yang
diperoleh.
Adanya faktor sumber daya manusia.
Besarnya ukuran perusahaan.
PRINSIP KAS
Kas merupakan harta yang paling diperlukan
suatu sistem dan prosedur akuntansi untuk
mencatat dan mengendalikan. Kas adalah alat
pertukaran yang di akui oleh masyarakat
umum dan oleh sebab itu merupakan dasar
landasan yang kuat untuk di pakai sebagai
alat pengukur terhadap semua kegiatan
ekonomi di dalam perusahaan.
Ada dua kriteria agar alat pembayaran dapat
di klasifikasikan sebagai :
harus dapat diterima umum sebagai alat
pembayaran atau diterima oleh bang sebagai
simpanan sebesar nilai nominalnya
harus dapat digunakan sebagai alat
pembayaran untuk kegiatan sehari-hari
Kas meliputi uang tunai atau alat alat
pembayaran yang diterima oleh umum baik
perusahaan maupun bank ( uang tunai kertas
dan logam, cek, wesel cek, rekening bank
yang berbentuk tabungan dan giro)
kas memiliki sifat-sifat atau karakteristik :
kas mempunyai sifat yang aktif tetapi tidak
produktif
kas (uang tunai) tidak mempuunyai
identitas kepemilikan dan mempunyai sifat
yang mudah di pindah tangankan.
3
2.1 Sistem Pengendalian Internal
Terhadap Kas
Akuntansi terhadap kas lebih di titik
beratkan pada fungsi penyediaan informasi
untuk kepentingan manajemen kepada kas.
Secara garis besar akuntansi terhadap kas
harus di arahkan kepada dua hal yaitu :
administratif dan accounting control, yang
secara umum terdiri dari :
Menyediakan kas yang cukup untuk operasi
perusahaan sehari-hari (likuiditas)
Menghindarkan terjadinya kas yang
menganggur (idle money)
Mencegah terjadinya kerugian-kerugian
sebagai akibat dari adanya penyalahgunaan
terhadap kas.
Pengawasan Kas
Sistem pengawas intern suatu perusahaan
berbeda dengan perusahaan lain karena
bentuk dan jenis perusahaan bermacam-
macam. Sebagai pedoman untuk mengadakan
pengawasan kas sebagai berikut :
Penermiaan Uang
ur-prosedur pengawasan yang dapat digunakan
antara lain :
harus ditunjukan dengan jelas fungsi-
fungsi penerimaan kas dari setiap penerimaan
kas harus segera di cata dan di setor ke
bank
diadakan oemisahan fungsi antara
pengurusan kas dengan fungsi pencatatan
kas
didakan pengawasan yang ketat terhadap
fungsi penerimaan dan pencatatan kas selain
itu setiap hari harus di buat laporan kas
Pengeluaran Uang
pa prosedur pengawasan yang penting adalah
sebagai berikut :
1. Semua pengeluaran uang
menggunakan cek kecuali untuk
pengeluaran-pengeluaran kecil dibayar dari
kas kecil.
Dibentuk dana kas kecil yang diawasi
dengan ketat.
Penulisan cek hanya dilakukan apabila
didukung bukti bukti yang lengakap atau
voucher.
4. Dipisahkan antara orang orang yang
mengumpulkan bukti bukti pengeluaraan,
yang menulis cek, yang
menandatangani cek, dan yang mencatan
pengeluaran kas.
Diadakan pemeriksaan intern dengan jangka
waktu yang tidak tertentu.
Diharuskan membuat kas harian.
4
DANA KAS KECIL (Petty cash
fund)
Dana kas kecil atau Petty cash fund
adalah uang kas yang disediakan untuk
membayar pengeluaran – pengeluaran yang
jumlahnya relatif kecil dan tidak ekonomis
bila dibayar dengan cek.
hubungannya dengan kas kecil ada dua
metode yang digunakan yaitu :
Sistem Imprest
Metode Fluktuasi
stem imprest
Dalam sistem ini jumlah dalam rekening kas
kecil selalu tetap, yaitu sebesar cek yang
diserahkan kepada kasir kas kecil untuk
mebnentuk dana kas kecil.
cek tersebut di tuangkan ke bank oleh kasir
kas kecil dan uangnya digunakan untuk
membayar pengeluaran-pengeluaran kas kecil.
stem metode fluktuasi
Dalam metode fluktuasi pembentukan dana
kas kecil dilakukan dengan cara yang sama
seperti pada sistem imprest. Perbedaannya
dengan sistem imprest adalah bahwa dana
metode fluktuasi saldo rekening kecil tidak
tetap, tetapi berfluktuasi sesuai dengan
jumlah pengisian kembali dan pengeluaran-
pengeluaran kas kecil.
pencatatan langsung dilakukan setiap
terjadinya pengeluaran pengeluaran dari
dana kas kecil.

Minggu, 23 November 2014

Sistem Informasi Akuntansi (1EA30)

•Sistem Informasi Akuntansi adalah suatu
komponen organisasi yang mengumpulkan,
mengklasifikasikan, mengolah, menganalisa
dan mengkomunikasikan informasi finansial
dan pengambilan keputusan yang relevan
bagi pihak luar perusahaan dan pihak
ekstern.
Akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah
Sistem Informasi.
Karakteristik SIA yang membedakannya
dengan subsistem CBIS lainnya :
SIA melakasanakan tugas yang diperlukan
Berpegang pada prosedur yang relatif
standar
Menangani data rinci
Berfokus historis
Menyediakan informasi pemecahan minimal
Fungsi penting yang dibentuk Sistem
Informasi Akuntansi pada sebuah organisasi
antara lain :
Mengumpulkan dan menyimpan data
tentang aktivitas dan transaksi.
Memproses data menjadi into informasi
yang dapat digunakan dalam proses
pengambilan keputusan.
Melakukan kontrol secara tepat terhadap
aset organisasi.
Subsistem Sistem Informasi Akuntansi
memproses berbagai transaksi keuangan dan
transaksi nonkeuangan yang secara
langsung memengaruhi pemrosesan transaksi
keuangan.
Sistem Informasi Akuntansi terdiri dari 3
subsistem:
Sistem pemrosesan transaksi, mendukung
proses operasi bisnis harian.
Sistem buku besar/pelaporan keuangan,
menghasilkan laporan keuangan, seperti
laporan laba/rugi, neraca, arus kas,
pengembalian pajak.
Sistem pelaporan manajemen, yang
menyediakan pihak manajemen internal
berbagai laporan keuangan bertujuan khusus
serta informasi yang dibutuhkan untuk
pengambilan keputusan, seperti anggaran,
laporan kinerja, serta laporan
pertanggungjawaban.
Berbagai transaksi non keuangan yang tidak
bisa diproses oleh Sistem Informasi
Akuntansi biasa, diproses oleh Sistem
Informasi Manajemen. Adapun perbedaan
keduanya adalah :
SIA mengumpulkan mengklasifikasikan,
memproses, menganalisa dan
mengkomunikasikan informasi keuangan
SIM mengumpulkan mengklasifikasikan,
memproses, menganalisa dan
mengkomunikasikan semua tipe informasi
Sebuah Sistem Informasi Akuntansi
menambah nilai dengan cara:
Menyediakan informasi yang akurat dan
tepat waktu sehingga dapat melakukan
aktivitas utama pada value chain secara
efektif dan efisien.
Meningkatkan kualitas dan mengurangi
biaya produk dan jasa yang dihasilkan
Meningkatkan efisiensi
Meningkatkan kemampuan dalam
pengambilan keputusan
Meningkatkan sharing knowledge
Menambah efisiensi kerja pada bagian
keuangan
2 komponen Sistem Informasi Akuntansi
antara lain :
Spesialis Informasi
Akuntan
Contoh Sistem Informasi Akuntansi sebagai
pusat informasi perusahaan:
Bagian pemasaran mempertimbangkan
untuk memperkenalkan jenis produk baru
dalam jajaran produksi perusahaan, untuk itu
bagian tersebut meminta laporan analisa
perkiraan keuntungan yang dapat diperoleh
dari usulan produk baru tersebut
Bagian SIA memproyeksikan perkiraan
biaya dan perkiraan pendapatan yang
berhubungan dengan produk tersebut,
kemudian data yang diperoleh diproses oleh
EDP. Setelah diproses hasilnya dikembalikan
ke bagian SIA untuk kemudian diberikan ke
bagian pemasaran.
Kedua bagian akan merundingkan hasil
analisa tersebut untuk dicari keputusan yang
sesuai.
Dari contoh diatas dapat ditemukan 2 aspek
yang berhubungan dengan sistem bisnis
modern yaitu :
Pentingnya komunikasi antar departemen
yang mengarah untuk tercapainya suatu
keputusan.
Peranan SIA dalam menghasilkan
informasi yang dapat membantu departemen
lainnya untuk mengambil keputusan.
Informasi Akuntansi yang dihasilkan oleh
Sistem Informasi Akuntansi dibedakan
menjadi 2, yaitu :
Informasi Akuntansi keuangan, berbentuk
laporan keuangan yang ditujukan kepada
pihak extern.
Informasi Akuntansi Manajemen, berguna
bagi manajemen dalam pengambilan
keputusan.
Sistem informasi adalah serangkaian
prosedur formal di mana data dikumpulkan,
diproses menjadi informasi dan
didistribusikan ke para pengguna.
Adapun kerangka kerja sistem informasi
dibagi menjadi 2 yang utama yaitu : Sistem
Informasi Manajemen dan Sistem Informasi
Akuntansi
Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah
sebuah Sistem Informasi yang menangani
segala sesuatu yang berkenaan dengan
Akuntansi. Akuntansi sendiri sebenarnya
adalah sebuah Sistem Informasi. Fungsi
penting yang dibentuk SIA pada sebuah
organisasi antara lain :
Mengumpulkan dan menyimpan data
tentang aktivitas dan transaksi.
Memproses data menjadi into informasi
yang dapat digunakan dalam proses
pengambilan keputusan.
Melakukan kontrol secara tepat terhadap
aset organisasi.
Subsistem SIA memproses berbagai transaksi
keuangan dan transaksi nonkeuangan yang
secara langsung memengaruhi pemrosesan
transaksi keuangan.
SIA terdiri dari 3 subsistem:
Sistem pemrosesan transaksi
mendukung proses operasi bisnis harian.
Sistem buku besar/ pelaporan keuangan
menghasilkan laporan keuangan, seperti
laporan laba/rugi, neraca, arus kas,
pengembalian pajak.
Sistem pelaporan manajemen
yang menyediakan pihak manajemen internal
berbagai laporan keuangan bertujuan khusus
serta informasi yang dibutuhkan untuk
pengambilan keputusan, seperti anggaran,
laporan kinerja, serta laporan
pertanggungjawaban.
Untuk memahami bagaimana SIA bekerja,
perlu untuk menjawab beberapa pertanyaan
sebagai berikut :
Bagaimana mengoleksi data yang berkaitan
dengan aktivitas dan transaksi organisasi?
Bagaimana mentransformasi data kedalam
informasi sehingga manajemen dapat
menggunakan untuk menjalankan organisasi?
Bagaimana menjamin ketersediaan,
keandalan, keakuratan informasi ?
Sebuah SIA menambah nilai dengan cara:
Menyediakan informasi yang akurat dan
tepat waktu sehingga dapat melakukan
aktivitas utama pada value chain secara
efektif dan efisien.
Meningkatkan kualitas dan mengurangi
biaya produk dan jasa yang dihasilkan
Meningkatkan efisiensi
Meningkatkan kemampuan dalam
pengambilan keputusan
Meningkatkan sharing knowledge
menambah efisiensi kerja pada bagian
keuangan
PRINSIP DAN ASPEK PENTING
SISTEM INFORMASI
AKUNTANSI
Prinsip-prinsip Sistem informasi akuntansi
1.Kefektifan Biaya : Sistem akuntansi
harus efektif biaya. Manfaat informasi
yang diberikan harus melebihi biaya
yang dikeluarkan untuk menjalani
system tersebut.
2.Tingkat Kegunaan : Agar berguna,
informasi harus dapat dimengerti,
relevan, dapat diandalkan, tepat waktu,
dan akurat. Pembuat system akuntansi
harus mempertimbangkan kebutuhan
dan tingkat pengetahuan berbagai
macam pengguna.
3.Flexibilitas : Sistem akuntasni
seharusnya dapat mengakomodasi
berbagai macam pengguna dan
mengubah informasi yang dibutuhkan.
Sistem harus cukup flexible dan
memenuhi perubahan permintaan
informasi yang dibutuhkan.
4.Mengembangkan Sistem Akuntansi
Sistem Akuntansi dikembangkan dalam
empat tahap.
1.Analisis : Merencanakan dan
mengidentifikasi informasi-informasi
yang
dibutuhkan dan sumber-
sumbernya.
2.Desain : Membuat formulir-formulir,
dokumen-dokumen, prosedur-prosedur,
deskripsi pekerjaan dan
laporan.
3.Implementasi : Instal system, melatih
orang dan membuat system secara
menyeluruh berjalan.
4.Menindaklanjuti : Mengawasi
efektifitas dan membenahi segala
kelemahan.
5.Sistem Manual vs Sistem
Komputerisasi
1.Sistem akuntansi manual, setiap
tahapan dalam siklus akuntansi
dilakukan secara manual (tangan).
Sebagai contoh , setia transaksi
akuntansi dicatat secara manual
(tangan)dalam jurnal; diposting
(dibukukan) secara manual pula ke
buku besar. Dalam menghitung Saldo
buku besar dan dalam menyusun
neraca saldo serta laporan keuangan
harus dilakukan dengan perhitungan
manual.
2. Sistem terkomputerisasi, dalam
menjalankan siklus akuntansi terdapat
program computer yang digunakan,
seperti penjurnalan, posting dan
penyusunan neraca saldo. Setiap jurnal
dan buku besar dapat dicatat dalam
basis data(database), computer. Untuk
menjalankan system bisnis seperti
penagihan, fungsi penyiapan
penggajian dan fungsi penganggaran
telah ada software untuk menjalankan
itu
Akuntansi dapat didefinisikan berdasarkan
dua aspek penting yaitu :
a. Penekanan pada aspek fungsi yaitu
pada penggunaan informasi akuntansi.
Berdasarkan aspek fungsi akuntansi
didefinisikan sebagai suatu disiplin
ilmu yang menyajikan informasi yang
penting untuk melakukan suatu
tindakan yang efisien dan mengevaluasi
suatu aktivitas dari organisasi.
Informasi tersebut penting untuk
perencanaan yang efektif, pengawasan
dan pembuatan keputusan oleh
manajemen serta memberikan
pertanggungjawaban organisasi kepada
investor, kreditor, pemerintah dan
lainnya.
b. Penekanan pada aspek aktivitas dari
orang yang melaksanakan proses
akuntansi.
Dalam aspek ini orang yang
melaksanakan proses akuntansi harus :
a) Mengidentifikasikan data yang
relevan dalam pembuatan keputusan.
b) Memproses atau menganalisa data
yang relevan.
c) Mengubah data menjadi informasi
yang dapat digunakan untuk
pembuatan keputusan.
Fungsi Utama Sistem Informasi Akuntansi
Setiap sistem informasi akuntansi akan
melaksanakan lima fungsi utamanya
yaitu :
a. Mengumpulkan dan menyimpan data
dari semua aktivitas dan transaksi
perusahaan
b. Memproses data menjadi informasi
yang berguna pihak manajemen.
c. Memanajemen data-data yang ada
kedalam kelompok-kelompok yang
sudah ditetapkan oleh perusahaan.
d. Mengendalikan kontrol data yang
cukup sehingga aset dari suatu
organisasi atau perusahaan terjaga.
Penghasil informasi yang menyediakan
informasi yang cukup bagi pihak
manajemen untuk melakukan
perencanaan, mengeksekusi
perencanaan dan mengkontrol
aktivitas.
Prosedur: suatu urut-urutan
pekerjaan kerani (clerical), biasanya
melibatkan beberapa orang dalam
satu bagian atau lebih, disusun
untuk menjamin adanya perlakuan
yang seragam terhadap transaksi-
transaksi perusahaan yang sering
terjadi (W. Gerald Cole).
PERBEDAAN PENGERTIAN SISTEM DAN PROSEDUR :
SISTEM
suatu jaringan prosedur yang dibuat melalui
pola yang terpadu untuk melaksanakan
kegiatan pokok perusahaan.
PROSEDUR
suatu urutan kegiatan klerikal, biasanya
melibatkan beberapa orang dalam satu
departemen atau lebih, yang dibuat untuk
menjamin penanganan secara seragam.

Minggu, 16 November 2014

Analisa & Laporan Persediaan (1EA30)

ANALISA & LAPORAN PERSEDIAAN
Pengertian (secara umum)
· Persediaan
(Inventory), aktiva perusahaan yang
menempati posisi yang cukup penting dalam
suatu perusahaan, baik itu perusahaan dagang
maupun perusahaan industri (manufaktur),
dan perusahaan yang bergerak dibidang
konstruksi, hampir 50% dana perusahaan akan
tertanam dalam persediaan yaitu untuk
membeli bahan-bahan bangunan.
· Persediaan adalah
aktiva yang dimiliki oleh perusahaan untuk
dijual dalam operasi bisnis normal, atau
barang yang akan digunakan atau
dikonsumsi dalam membuat barang yang
akan dijual. Berdasarkan pengertian di atas
maka perusahaan jasa tidak memiliki
persediaan, perusahaan dagang
hanya memiliki persediaan barang
dagang sedang perusahaan industri
memiliki 3 jenis persediaan yaitu
persediaan bahan baku, persediaan
barang dalam proses dan persediaan
barang jadi (siap untuk dijual).
Dalam laporan keuangan, persediaan merupakan hal yang sangat penting karena baik laporan Rugi/Laba maupun Neraca tidak
akan dapat disusun tanpa mengetahui nilai persediaan. Kesalahan dalam penilaian
persediaan akan langsung berakibat
kesalahan dalam laporan Rugi/Laba
maupun neraca. Dalam perhitungan
Rugi/Laba nilai persediaan (awal &
akhir) mempengaruhi besarnya Harga
Pokok Penjualan (HPP).
HPP = PERSEDIAAN AWAL+
PEMBELIAN BERSIH – PERSEDIAAN
AKHIR
A.Inventory perusahaan dagang
Persediaan merupakan barang- barang yang dibeli oleh perusahaan dengan tujuan untuk dijual kembali tanpa mengubah bentuk dan kualitas barang.
B.Inventory perusahaan industry
Persediaan barang-barang atau bahan yang dibeli oleh perusahaan dengan tujuan
untuk diproses lebih lanjut menjadi barang jadi atau setengah jadi atau mungkin
menjadi bahan baku bagi perusahaan lain
Dengan gambaran diatas maka
persediaan untuk perusahaan-perusahaan manufaktur pada umumnya mempunyai tiga
jenis persediaan yaitu:
1. Bahan baku (direct material)
2. Barang dalam proses ( Work in proses)
3. Barang jadi (Finished goods)
Jenis-jenis Persediaan
a. Bahan Baku
Barang persediaan akan diolah lagi melalui proses produksi, sehingga akan
menjadi barang setengah jadi atau barang jadi sesuai dengan kegiatan
perusahaan. Besarnya persediaan bahan baku
dipengaruhi oleh perkiraan produksi, sifat musiman produksi, dapat diandalkannya pihak
pemasok.
b. Barang dalam Proses
Barang yang masih memerlukan proses produksi untuk menjadi barang jadi, sehingga
persediaan barang dalam proses sangat dipengaruhi oleh lamanya produksi,
yaitu waktu yang dibutuhkan sejak saat
bahan baku masuk keproses produksi sampai
dengan saat penyelesaian barang jadi.
c. Barang Jadi
Barang hasil proses produksi dalam bentuk
final sehingga dapat segera dijual, pada
persediaan ini besar kecilnya persediaan barang jadi sebenarnya merupakan
masalah koordinasi produksi dan penjualan.
Tujuan Penilaian Inventory
· Tujuan Pertama
adalah dalam upayanya untuk mematch cost
terhadap revenue yang berkaitan, sehingga
dihasilkan income, proses ini merupakan tujuan dasar akuntansi tradisional.
· Tujuan kedua
pengukuran inventory lainnya adalah untuk
menyajikan nilai barang-barang perusahaan didalam komponen neraca (laporan keuangan).
· Tujuan ketiga
pengukuran inventory adalah membantu
investor untuk memprediksi arus kas
dikemudian hari, yaitu dipandang dari jumlah
inventory sebagai resources yang akan
mendukung arus kas dan jumlah inventory
yang akan dijual kemudian hari dan akan
mempengaruhi arus kas keluar.
Penentuan kuantitas persediaan
Untuk menentukan jumlah barang yang masih dikuasai oleh perusahaan pada suatu saat dapat ditentukan melalui beberapa cara
yaitu:
1. Stock opname:
perhitungan barang pada awal dan akhir periode yang dihitung, cara ini
merupakan ketentuan yang harus dilakukan oleh manajemen untuk
menentukan jumlah persediaan akhir, sebagai
salah satu persyaratan memperoleh unqualified opinion.
2. Menggunakan metode pencatatan perpetual.
3. Menggunakan metode gabungan antara metode pencatatan perpetual dengan stock opname.
4. Menggunakan metode penilaian berdasarkan hubungan agregatif, yaitu
gross profit method dan realized inventory method. Penyajian laporan laba
rugi dapat dibuat dalam dua bentuk, yaitu all
inclusive concept of income (AICI) dan current operating concept of income (COCI). Dari kedua metode tersebut metode
penyajian yang banyak mengandung kelemahan untuk penyajian persediaan adalah AICI, kelemahan-kelemahan tersebut dapat kita lihat sbb:
a. Metode stock opname atau periodic method
b. Metode perpetual
c. Metode agregatif
Dasar Penilaian Persediaan
Penilaian persediaan pada prinsipnya ada dua yaitu input values dan output values, sedangkan kedua konsep tersebut dapat digunakan sesuai dengan siapa pemakainya dan tujuannya. Kalau untuk pembuatan prediksi arus kas dikemudian hari lebih relevan kalau digunakan output values, karena akan mencerminkan nilai perusahaan pada saat itu.
a. Output Values
Untuk konsep output values ini ada 3 (tiga)
konsep yang dapat digunakan yaitu:
- Konsep Discounted Money Receipt
- Current Selling Price
- Net Realizable Values
b. Input Values
Pengukuran persediaan dengan input values
merupakan pengukuran resources yang dipakai untuk memperoleh persediaan pada kondisi saat ini, sehingga untuk persediaan yang tidak perlu adanya proses
produksi interpretasi mengenai nilai persediaan (input values) sangat jelas. Karena input values disini menggambarkan arus dari pada kas yang telah dikeluarkan sesungguhnya.
Konsep Persediaan
a. Historical cost
Metode historical cost ini persediaan diukur
berdasarkan pada pembayaran yang
dilakukan dimasa lalu atau harus dilakukan dimasa yang akan datang untuk
memperoleh barang atau jasa.
Keuntungan konsep ini:
1. Inventory bahan baku dan barang dagangan mencerminkan harga yang sebenarnya.
2. Dalam kondisi harga tidak pasti konsep ini merupakan alternative yang layak daripada netrealizable values sebagai alat prediksi.
3. Nilai persediaan tidak dipengaruhi oleh bias kebijakan manajemen.
Kerugian konsep ini:
1. Untuk persediaan
barang yang cepat usang dan nilai tambah
atas barang tidak dapat disesuaikan harganya.
2. Bila terdapat harga yang berbeda susah
untuk diperbandingkan.
3. Banyaknya unsur joint cost dan metode alokasi sehingga menyulitkan penilaian persediaan.
b. Current Replacement Cost
Konsep ini adalah untuk mengurangi kelemahan dari konsep historical cost,
banyak penulis dan komite prinsip akuntansi
menyarankan menggunakan konsep CRC
untuk mengukur persediaan. Dengan pertimbangan:
1. CRC memungkinkan untuk matching antara
current input value dengan current revenue atas hasil current operation.
2. CRC memungkinkan identifikasi dari holding gains dan loss.
3. CRC merupakan current value dari
persediaan.
c. Net Realizable Values Dikurangi Normal Markup Dalam konsep ini persediaan dinilai dengan konsep realizable values dikurangi dengan gross profit margin yang normal,
sehingga nilai persediaan merupakan nilai
perolehannya menurut konsep realizable.
Biaya-Biaya yang Harus Dimasukkan
dalam Persediaan Salah satu masalah paling penting dalam menangani persediaan
berhubungan dengan berapa jumlah
persediaan yang harus yang dicatat
dalam akun. Pembelian (akuisisi)
persediaan, seperti aktiva lain, umumnya di perhitungkan atas dasar
biaya.
a. Biaya Produk
Biaya yang melekat pada
persediaan dan di catat
dalam akun persediaan.
Biaya-biaya ini
berhubungan langsung
dengan transfer barang
kelokasi bisnis pembeli dan
pengubahan barang
tersebut ke kondisi yang
siap di jual.
b. Biaya periode
Kondisi yang beban umum
serta adminstrasi tidak
dianggap berhubungan
langsung dengan akuisisi
atau produk si barang
karenanya tidak dianggap
sebagai bagian dari
persediaan.
c. Biaya manufaktur
Sebuah bisnis yang
membuat barang
mengunakan persediaan
bahan baku barang dalam
proses barang jadi. Brang
dalam proses dan barang
jadi meliputi bahan tenaga
kerja langsung dan biaya
overhead manufaktur.
Biaya overhead
manufaktur meliputi bahan
tidak langsung.
d. Biaya bunga
Berhubungan dengan
penyiapanpersediaan agar
siap dijual biasanya di
bebankan pada saat
dikeluarkan. Arguman
penting untuk pendekatan
ini adalah bahwa biaya
bunga merupakan biaya
pembiayaan.
Sistem Pencatatan Persediaan
Untuk dapat menetapkan nilai
persediaan pada akhir periode dan
menetapkan biaya persediaan selama
satu periode, sistem persediaan
yang digunakan adalah:
Sistem Periodik (physical)
Pada setiap akhir
periode dilakukan
perhitungan secara phisik
untuk menentukan jumlah
persediaan akhir.
Perhitungan tersebut
meliputi pengukuran dan
penimbangan barangbarang
yang ada pada akhir suatu
periode untuk kemudian
dikalikan dengan suatu
tingkat harga/biaya.
Perusahaan yang
menerapkan sistem periodik
umumnya memiliki
karakteristik persediaan
yang beraneka ragam
namun nilainya relatif
kecil. Misalnya kios
majalah di sebuah pusat
perkantoran dan pertokoan
yang menjual berbagai
jenis majalah, koran, dll.
Sistem Permanen
(Perpetual)
Melakukan pembukuan
atas persediaan secara
terus menerus yaitu
dengan membukukan setiap
transaksi persediaan baik
pembelian maupun
penjualan. Sistem perpetual
ini seringkali digunakan
dalam hal persediaan
memiliki nilai yang tinggi
untuk mengetahui posisi
persediaan pada suatu
waktu sehingga
perusahaan dapat mengatur
pemesanan kembali
persediaan pada saat
mencapai jumlah tertentu.
Misalnya persediaan alat
rumah tangga elektronik
(mesin cuci).
Penilaian Persediaan dengan Sistem
Fisik (Periodik)
Untuk menentukan nilai persediaan
barang pada akhir periode menurut
system pisik adalah sebagai berikut:
1. Metode Tanda Pengenal
Khusus
Metode tanda pengenal
khusus ( specific
identification ) setiap
barang yang dibeli atau
yang masuk diberi kode /
tanda pengenal yang
menunjukkan harga per
satuan sesuai faktur yang
diterima.
2. Metode RataRata
- Metode RataRata
Sederhana
- Metode Rata-Rata
Tertimbang
3. Metode MPKP (FIFO)
Barang yang lebih dulu
masuk diaggap lebih dulu
keluar atau dijual
sehingga nilai persediaan
akhir terdiri atas
persediaan barang yang
dibeli atau yang masuk
belakangan.
4. Metode MTKP (LIFO)
Metode ini, barang yang
terakhir masuk diaggap
lebih dulu keluar atau
dijual sehingga nilai
persediaan akhir terdiri
atas persediaan barang
yang dibeli atau yang
masuk lebih awal.
5. Metode Persediaan Dasar
Disebut juga sebagai
persediaan besi yakni
persediaan minimum yang
harus dimiliki oleh
perusahaan untuk menjaga
likuiditas perusahaannya.
Dalam metode Ini
keterlambatan masuknya
barang yang disebabkan
adanya kemacetan atau
sebabsebab lain tidak
mengganggu persediaan
sehingga perusahaan masih
dapat melayani pelanggan
atau pembeli.

Selasa, 11 November 2014

Akuntansi Untuk Perusahaan Dagang (1EA30)

AKUNTANSI UNTUK PERUSAHAAN DAGANG

1. Perusahaan Dagang
Perusahaan Dagang adalah perusahaan yang kegiatan usahanya membeli barang dan
menjualnya kembali tanpa memprosesnya terlebih dahulu dengan tujuan memperoleh
laba.

2. Transaksi
Perusahan Dagang
1. Pembelian
Transaksi pembelian barang dagang dalam
perusahaan dagang yang ditunjukkan untuk dijual kembali akan dicatat pada
akun pembelian. Pembelian dapat dilakukan secara tunai atau kredit. Pembelian barang
yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan sendiri dan tidak tidak dijual kembali
akan dicatat pada akun tersendiri.
2. Biaya Angkut Pembelian
Sebelum memperoleh barang yang dibeli, biasanya perlu mengeluarkan ongkos
angkut dari toko atau sampai ke gudang pembeli. Sehingga harga peroleh barang tersebut terdiri dari harga beli ditambah
dengan ongkos (biaya angkutnya). Seluruh
pengeluaran untuk biaya angkut pembelian akan dicatat dalam satu akun tersendiri
yaitu akun beban angkut pembelian. Sebagai bukti transaksi adalah berupa faktur.
3. Retur Pembelian
Pada waktu melakukan transaksi pembelian barang, kadang barang yang dibeli itu tidak sesuai dengan barang yang diminta, atau mengalami kerusakan pada saat proses
pengiriman. Maka pihak pembeli berhak mengembalikan barang yang rusak tersebut kepada penjual. Dalam hal ini apabila
pembelian barang yang dikembalikan itu dilakukan secara tunai, maka penjual
akan mengembalikan uangnya tunai kepada pembelinya.Sebaliknya bila pembelian
dilakukan secara kredit, maka pembeli akan membuat nota debit sebagai bukti pengurangan utangnya. Pengurangan utangnya itu
dilakukan dengan cara mendebit akun utang dagang dan mengkreditkan akun retur
pembelian. Bukti transaksi yang digunakan adalah nota debit.
4. Potongan Pembelian
Potongan pembelian diberikan oleh penjualan
dengan tujuan agar pembeli dapat melunasi utangnya sebelum tanggal jatuh tempo,
atau pelunasannya dalam jangka waktu potongan.Potongan yang diterima dicatat
dalam akun potongan pembelian. Sebagai akibat adanya potongan pembelian itu maka
jumlah utang yang harus dibayar akan berkurang, yaitu jumlah akhir faktur yang
dikurangi dengan potongan pembelian yang diterima. Bukti transaksi yang digunakan
adalah berupa kwitansi atau bukti pengeluaran kas.
5. Penjualan
Transaksi penjualan barang dagang dalam
perusahaan dagang dapat dilakukan baik secara tunai maupun secara kredit, atau
sebagian secara tunai dan sisanya dibayar secara kredit. Setiap transaksi penjualan
barang dagang dicatat dalam akun penjualan. Bukti transaksi yang digunakan adalah berupa Faktur atau Bukti Penerimaan Kas.
6. Retur penjualan
Setelah transaksi penjualan dilakukan dimana
barang yang telah dilakirimkan kepada pembeli. Maka dapat terjadi transaksi retur
penjualan. Artinya sejumlah barang yang telah dijual / dikirimkan, dikembalikan lagi
oleh pihak pembeli dengan alasan tertentu. Misalnya karena rusak atau tidak sesuai
dengan pesanannya. Bagi pihak penjual pengembalian barang tersebut akan mengurangi piutangnya kemudian
mencatatnya kedalam akun retur penjualan.
7. Potongan Penjualan
Potongan penjualan diberikan untuk merangsang pembeli agar segera membayar utangnya, sebelum tanggal jatuh tempo yang ditetapkan. Potongan penjualan akan
mengurangi jumlah piutang yang diterima disaat jatuh tempo, dan dicatat dalam akun
potongan penjualan. Bukti transaksi yang digunakan berupa kuitansi atau bukti kas masuk.
8. Biaya Angkut
Penjualan Dalam penjualan saat barang dijual, mungkin saja penjualan akan menanggung
biaya angkut atau biaya pengiriman barang sampai digudang pembeli. Maka biaya yang dikeluarkan pihak penjual akan dicatat dalam akun biaya angkut penjualan.
9. Persediaan Barang Dagang
Persediaan barang dagang adalah jumlah
persediaan barang dagang yang ada pada akhir periode tertentu. Misalnya persediaan barang dagang 31 Desember 2013, yaitu nilai persediaan setelah dilakukan perhitungan secara fisik (stock opname) yang ada
didalam gudang atau toko. Persediaan tersebut dicatat dalam akun persediaan barang
dagang. Bukti yang digunakan adalah bukti memorial.
10. Utang Dagang
Terjadi karena masih terdapat sisa pembayaran dari suatu pembelian oleh suatu
perusahaan dagang.
11. Piutang Usaha
Digunakan untuk mencatat sisa-sisa harga
pembelian yang dilakukan oleh pembeli atau semua sisa harga penjualan yang belum dibayarkan.
12. Harga Pokok
Penjualan (HPP) Untuk menampung harga
pokok/harga beli barang yang dijual dalam suatu periode akuntansi.

3. Jurnal Umum dan Jurnal Khusus
1. Jurnal Umum
Jurnal yang digunakan untuk mencatat setiap
transaksi dalam perusahaan.secara terperinci.
2. Jurnal Khusus
Jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi- transaksi khusus dalam perusahaan yang berhubungan dengan penjualan dan pembelian.
Jurnal Khusus
terdiri dari :
a) Jurnal Penjualan
(Sales Journal)
Jurnal yang digunakan apabila kita melakukan
penjualan barang secara kredit kepada Customer.
b) Jurnal Pembelian
(Purchases Journal)
Jurnal yang digunakan apabila kita melakukan
pembelian secara kredit kepada supplier.
c) Jurnal Pengeluaran
Kas (Cash Payment
Journal)
Jurnal yang digunakan untuk mencatat setiap
pengeluaran kas dalam suatu perusahaan.
d) Jurnal Penerimaan
Kas (Cash Receipt
Journal)
Jurnal yang digunakam untuk mencatat setiap
penerimaan kas dalam suatu perusahaan.
e) Jurnal Umum
(Memorial Journal)
Jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi diluar empat jurnal diatas.
f) Jurnal Pembalik
(Reversing Entries)
Jurnal yang dibuat pada awal periode sebagai kebalikan dari sebagian jurnal penyesuaian pada akhir periode sebelumnya. Jurnal ini bersifat opsional namun jika dilakukan
memberikan manfaat. Tidak semua ayat jurnal penyesuaian dilakukan reversing entries.
Jurnal penyesuaian yang dibalik
adalah:
1. Hutang Biaya
2. Piutang Pendapatan
3. Pendapatan Diterima
Dimuka
4. Biaya Dibayar Dimuka
g) Jurnal Penutup
(Closing Entries)
Ayat jurnal yang dibuat pada akhir periode akuntansi untuk menutup rekening- rekening nominal/sementara.

Sabtu, 01 November 2014

Siklus Akuntansi 1EA30

• Siklus Akuntansi
Pengertian Siklus akuntansi
Siklus akuntansi adalah suatu proses
penyediaan laporan keuangan perusahaan untuk suatu periode waktu tertentu. Siklus ini dimulai dari terjadinya transaksi,sampai
penyiapan laporan keuangan pada akhir suatu periode.

•Siklus akuntansi dapat dinyatakan sebagai berikut:
1. TRANSAKSI
Transaksi usaha adalah kejadian yang
dapat mempengaruhi posisi keuangan dari suatu badan usaha dan juga sebagai hal yang handal/wajar untuk dicatat. Transaksi ini biasanya dibuktikan dengan adanya dokumen.

2. PEMBUATAN BUKTI ASLI.
Suatu transaksi baru dikatakan sah atau benar bila didukung oleh bukti- bukti yang sah,

•Bukti-bukti asli yang dapat
mendukung setiap terjadinya transaksinya transaksi antara lain :  kwitansi dan faktur, nota dari Bank (nota debet atau nota
kredit) , serta bukti pengirirnan atau
penerimaan barang

3. PENCATATAN DALAM BUKU HARIAN
(JURNAL).
Buku jurnal terdiri dari
jurnal umum dan jurnal khusus.

Jurnal adalah suatu catatan kronologis dari transaksi entitas. Sebagaimana di tunjukkan
oleh nama-nma kolom, jurnal memberikan
informasi berikut:
Tanggal, Kolom debet, Kolom kredit,

4. PENCATATAN BUKU BESAR DAN BUKU
TAMBAHAN.
Buku besar adalah buku utama pencatatan transaksi keuangan yang mengkonsolidasikan masukan dari semua jurnal akuntansi.
Buku besar ada 4 jenis yaitu :
· BENTUK “T”
— BENTUK “2 KOLOM”
— BENTUK “4 KOLOM”
— BENTUK “3 KOLOM”
— BENTUK “T”

•Posting Jurnal pada Buku Besar
posting adalah membukukan dengan cara
memindahbukukan dari jurnal ke dalam
perkiraan masing-masing yang relevan di
buku besar. Pemindah bukuan perkiraan
memiliki buku berarti memindahkan jumlah dari jurnal kedalam perkiraan yang sesuai dalam buku besar. Debet dalam jurnal dipindahkan sebagai debet dibuku besar, dan kredit dalam jurnal dipindahkan sebagai
kredit dalam buku besar.

a. Buku Besar Umum (Ledger)
Untuk memudahkan menyusun
informasi yang akan diberikan kepada pihak- pihak yang memerlukannya terutama pimpinan perusahaan rnaka perkiraan-perkiraan yang sudah dihimpun didalam buku harian tersebut harus pula dipisah- pisahkan atau digolongkan menurut jenisnya.

6. AYAT JURNAL PENYESUAIAN
AJP adalah aktivitas ayat jurnal yang dibuat
pada akhir periode untuk membetulkan akun/
perkiraan.

Perkiraan-perkiraan yang memerlukan
penyesuaian antara lain ialah:
1. Biaya-biaya yang masih harus dibayar
2. Pendapatan yang masih harus
diterirna
3. Biaya-biaya yang dibayar lebih dahulu
4. Pendapatan yang diterima lebih
dahulu
5. Penyusutan angunan, mesin-mesin

Jurnal penyesuaian adalah jurnal yang tidak
didasarkan pada aktivitas transaksi tetapi
didasarkan pada perhitungan atau keterangan
tertentu.

7. NERACA LAJUR
Neraca lajur adalah suatu kertas yang
berkolom-kolom atau berlajur-lajur yang
direncanakan secara khusus untuk menghimpun.semua data-data akuntansi yang dibutuhkan pada saat perusahaan akan menyusun laporan keuangan dengan cara sistematis.

•Tujuan perubahan neraca lajur
adalah:
1.Untuk memudahkan penyusunan laporan
keuangan
2.Untuk menggolongkan dan meringkas
informasi dari neraca saldo dan datadata
penyesuaian sehingga merupakan persiapan
sebelum disusun lapoan keuangan yang formal
3.Untuk memudahkan kesalahan yang
mungkin dilakukan dalam pembuatan
jurnal penyesuaian.

8. LAPORAN KEUANGAN
Cara penyiapan laporan keuangan
adalah mempersiapkan laporan
laba rugi terlebih dahulu, disusul dengan
laporan perubahan posisi keuangan atau
Laporan perubahan Modal dan terakhir
adalah neraca.

a) Laporan laba rugi mencerminkan laba
bersih atau kerugian bersih yang
diperoleh dengan mengurangkan beban
dari pendapatan.

b) Modal adalah dalam neraca, jadi nilai
sisa akhir dalam Laporan Perubahan
Posisi Keuangan

Laporan laba rugi, adalah ikhtisar
mengenai pendapatan dan beban suatu
perusahaan untuk periode tertentu,
sehingga dapat diketahu laba yang
diperoleh dan rugi yang dialami.

Laporan perubahan modal, adalah laporan
yang menunjukkan perubahan modal untuk
periode tertentu, mungkin satu bulan atau
satu tahun.

Neraca, adalah suatu daftar sistematis yang
memuat informasi mengenai aktiva, utang dan
modal suatu perusahaan pada akhir periode
tertentu.

JURNAL PENUTUP
Jurnal Penutup ialah ayat jurnal yang
memindahkan nilai sisa pendapatan, beban,
dan pengambilan pribadi dari masing-masing
perkiraan ke dalam perkiraan modal.